Start here

Timur Tengah Memanas, Kedubes Jerman Sampai Kios KFC Jadi Sasaran Massa

Jakarta Film anti-Islam “Innocence of Muslims” yang diunggah di situs youtube menuai imbas panjang. Timur Tengah memanas dibuatnya. Kedutaan Jerman dan Inggris di Sudan jadi sasaran kemarahan.

Seperti dilansir dari Guardian, Jumat (14/9/2012) waktu setempat, aksi protes terhadap film tersebut meluas, di berbagai penjuru Timur Tengah. Namun dari bentang yang begitu luas itu, kejadian serius tercatat setidaknya di Sudan, Tunisia, dan Lebanon.

Di Sudan, para pengunjuk rasa yang memusatkan kekuatan di kota Khartoum menyerang kedutaan Jerman dan Inggris. Karena aksi ini, pintu Kedubes Jerman sampai terbakar.

Seorang saksi mata mengatakan, terjadi bentrok hebat antara para pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian Sudan. Ada sumber yang menyebutkan setidaknya satu orang tewas dalam aksi ini.

Ketegangan yang sama juga terjadi di Tunisia. Para pengunjuk rasa bahkan dilaporkan sampai dapat memasuki halaman komplek kedutaan AS dan melakukan pembakaran. Namun akhirnya, massa berhasil dihalau oleh aparat setempat.

Berdasarkan laporan terakhir, satu sekolah Amerika di Tunisia terpaksa ditutup karena ada beberapa bagian bangunan yang dibakar.

Sementara itu di Lebanon, seorang pengunjuk rasa dikabarkan meninggal dan dua lainnya mengalami luka parah. Hal itu terjadi karena bentrokan antara demonstran dengan petugas keamanan di kota Tripoli. Bahkan sebelumnya, sebuah cabang KFC dibakar oleh massa. Sebanyak 12 orang petugas keamanan kios restoran cepat saji itu dilempari batu oleh para demonstran.

sumber : detik.com

KONI Pusat Protes Venue Basket Banyak Bertaburan Brand Liar

PEKANBARU: KONI Pusat protes banyaknya bertebaran brand-brand liar di sekitar venue basket PON Riau di kawasan Sport Center Rumbai. Pasalnya PB PON Riau bersama KONI Pusat sudah menandatangani kontrak dengan brand resmi, tapi kenyataannya justru kawasan itu lebih dikuasai brand liar.

Hal itu dikatakan Hasnil Fajri, selaku Pengelola Sponsorship KONI Pusat, Jumat (14/9) kepada wartawan di Media Center Utama PON Riau, Pekanbaru. Dengan nada sedikit tinggi, Hasnil mengatakan keberadaan bran-brand liar tersebut tentunya sepengetahuan dari pihak panpel.

“Padahal kita sudah mempunyai brand resmi yakni Yamaha, tapi kenapa justru merek lain yang muncul di sekitar venue basket. Pihak panpel seharusnya berkoordinasi dengan PB PON dan KONI Pusat agar jangan sampai brand-brand liar justru memanfaatkan iven PON ini,” ujarnya.

Menurut Hasnil, pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan Panpel Pertandingan Basket di Rumbai, Rabu (12/9) lalu. Dari pertemuan itu pihak KONI Pusat telah menyampaikan dua opsi, dimana opsi pertama minta kepada Panpel untuk menyelesaikannya secara adminsitrasi, sedangkan opsi kedua minta brand-brand liar itu diturun.

Dari kedua opsi yang ditawarkan KONI Pusat itu, ternyata pihak Panpel memilih opsi kedua, yakni akan menurunkan brand-brand liar tersebut dalam waktu 24 jam sejak digelarnya pertemuan. “Seharusnya Kamis sore kemaren sudah diturunkan, kenyataannya sampai hari ini belum juga diturunkan,” tandas Hasnil.

Hasnil berpendapat, keberadaan brand-brand liar tersebut implikasinya terhadap PB PON dan KONI Pusat sangat besar, tidak hanya di segi ekonomi saja, tapi juga di segi hukum. “Untuk segi ekonomi, PB PON dan KONI Pusat tidak mendapatkan apa-apa dari sana,” jelasnya.

Sedangkan dari segi hukum, pihak sponsor resmi yang telah menandatangani kerjasama dengan PB PON dan KONI Pusat bisa saja menuntut. “Seharusnya khan brand mereka yang ada di sana, sekarang justru brand-brand lain yang bertebaran di sana,” ungkapnya.

Kondisi seperti ini tentunya akan merugikan mereka, sehingga pihak sponsor resmi bisa melakukan tuntutan hukum kepada PB PON dan KONI PUsat. “Kalau ini sampai terjadi, tentu kami juga yang dirugikan. Sementara PB PON dan KONI Pusat tidak dapat apa-apa,” tegasnya.

Hasnil sendiri memperkirakan panpel mendapatkan dana cukup besar dari brand-brand liar tersebut, sekurang-kurangnya Rp2 miliar, sebab PON ini merupakan event olahraga terbesar di Indonesia. “Untuk event sebesar ini tentu saja pihak pemilik brand tidak akan segan-segan mengeluarkan dana besar,” ungkapnya.

Rongsokan Sekutu Pembawa Rezeki

Morotai 2012 membuat bengkel besi putih milik Darwin Wadaka [41] kedatangan rombongan tamu. Lokasi workshop yang terletak di gang sempit sehingga tamu harus berjalan kaki dari jalan utama, tak menjadi halangan.

Darwin adalah pengrajin besi putih yang disulap menjadi aneka senjata dan perhiasan. Kerajinan itu berbahan baku rongsokan armada Sekutu �pada PD II silam. Seperti diketahui, Morotai pada saat itu menjadi basis Jepang yang kemudian diambil-alih sekutu, untuk mengusir Jepang yang mencoba mencaplok Filipina. Armada kedua bangsa bertempur di lautan Morotai, pulau terdekat dari Filipina sehingga banyak kapal yang karam dan pesawat terbang �berjatuhan.

Nah, rongsokan itulah yang dimanfaatkan Darwin dan perajin lainnya untuk diolah lalu didesain menjadi aneka perhiasan dan senjata. Besi armada sekutu terbuat dari besi kelas wahid, yang tidak luntur dan tidak memudar.

Workshop Darwin di Kotalamo, Morotai, Prov Maluku Utara, tidak berpapan nama, tapi dia menamainya Marimoi. “Artinya kita bersatu,” ujarnya saat dijumpai Jumat 14 September 2012. Sembari menjawab, dia meneruskan pekerjaannya menatah sarung pedang dengan besi putih. Sedangkan pedang warna besi putih sepanjang 70 cm telah jadi.

“Ini pesanana Danrem,” ujarnya. Pedang bersama sarungnya dia banderol Rp 2,5 juta. Pedangnya saja �butuh 2 hari untuk membuatnya.

Darwin yang menjadi perajin �sejak tahun 80-an itu membeli bahan baku rongsokan armada sekutu dari para petani yang rutin mendatangi workshopnya. “Petani cari barang di kebunnya, dari pampasan perang,” ceritanya. Sistem belinya dengan cara borongan. “Yang penting mereka tidak rugi, kami tidak rugi,” kata Darwin yang memiliki 20 karyawan ini.

Di samping Darwin bertebaran pecahan rongsokan yang sulit memperkirakan wujud aslinya. Besi itu ada yang berbentuk seperti helm, ada yang mirip bagian pesawat terbang, dan sebagainya.

Darwin lalu mempersilakan untuk melihat perhiasan besi putih yang sudah jadi, yang terletak di sebelah bengkelnya. Perhiasan kalung, anting, cincin, serta kalung nama itu bukan ditempatkan di etalase khusus, melainkan hanya digantung di lapak sederhana. Padahal harga perhiasan itu relatif tidak murah, yaitu Rp 25 ribu hingga Rp 300 ribu. Desainnya cantik-cantik dan tampak mengkilap indah.

Berkat Sail Morotai, pengunjung ke bengkel Darwin meningkat. Selain turis lokal, ada juga orang asing peserta sail. Misalnya saja �veteran PD II dari AS dan Australia. Peninggalan sekutu tentu menarik mereka, setidaknya untuk bernostalgia di masa lalu.

Rongsokan armada sekutu memang cukup banyak di Morotai. Bahkan Syukur Kuseke, penjaga ek adalah warga setempat kolektor barang-barang sekutu.

Nilai historis �PD II yang melimpah inilah yang kini �menjadi modal bagi pemerintah menyulap Morotai, pulau seluas Singapura, sebagai destinasi wisata sejarah berkelas dunia.

 

sumber : detik.com

Jepang akan Hapus Pembangkit Tenaga Nuklir

Jepang mengumumkan rencana untuk menghapus pembangkit tenaga nuklir dalam tiga dekade mendatang, kebijakan besar setelah bencana Fukushima.

Berdasarkan usulan yang diajukan panel pemerintah, reaktor-reaktor nuklir untuk memasok energi Jepang akan ditutup sama sekali tahun 2040.

Pembangkit Fukushima rusak 18 bulan lalu menyusul gempa dan tsunami dan menyebabkan krisis nuklir terparah dalam seperempat abad.

Bencana Fukushima menyebabkan banyak pihak yang khawatir atas keamanan nuklir dan sangat mengguncang kepercayaan penduduk terhadap pemerintah dan industri nuklir.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan para menteri kabinet untuk menetapkan rencana jangka panjang terkait energi nuklir.

Namun untuk sementara ini Perdana Menteri Yoshohiko Noda akan mengusulkan reaktor-reaktor yang dianggap aman dapat diaktifkan kembali untuk menjamin keberlangsungan pasok listrik.

Tetapi gerakan antinuklir yang terus berkembang diperkirakan akan menolak usulan itu.

Kehilangan mata pencaharian

Meningkatnya protes antinuklir menyebabkan pemerintah dan operator pembangkit nuklir kesulitan untuk memeriksa keselamatan reaktor-reaktor nuklir.

Awal Mei lalu, 50 reaktor nuklir Jepang ditutup dan akibatnya impor minyak dan gas untuk pembangkit listrik meningkat.

Pemerintahan pimpinan PM Noda juga menghadapi penentangan dari industri yang khawatir atas meningkatnya biaya energi akibat krisis pembangkit ini.

Penduduk di kota-kota tempat 50 reaktor nuklir yang terletak di kawasan pesisir juga mengeluh kehilangan mata pencaharian.

Dengan menerapkan batas waktu 40 tahun untuk reaktor nuklir, sebagian besar pembangkit akan ditutup pada tahun 2030-an.

Jepang adalah pengguna pembangkit nuklir ketiga terbesar sebelum terjadi bencana Fukushima.

Dalam upaya untuk menghapus pembangkit nuklir secara bertahap ini, Jepang bertujuan untuk menggunakan energi terbarukan sebanyak 30%.

 

sumber : detik.com

Bertawakal Kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala

Tawakal Termasuk di antara sebab diturunkannya rizki adalah bertawakkal kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan Yang kepadaNya tempat bergantung. Insya Allah kita akan membicarakan hal ini melalui tiga hal:

  • Yang dimaksud bertawakkal kepada Allah.
  • Dalil syar’i bahwa bertawakkal kepada Allah termasuk di antara kunci-kunci rizki.
  • Apakah tawakkal itu berarti meninggalkan usaha?

A. Yang Dimaksud Bertawakkal kepada Allah

Para ulama-semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan- telah menjelaskan makna tawakkal. Di antaranya adalah Imam Al-Ghazali, beliau berkata: “Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang ditawakkali) semata.”[1]

Al-Allamah Al-Manawi berkata: “Tawakkal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang di tawakkali.”[2]

Menjelaskan makna tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, Al-Mulla Ali Al-Qori berkata: “Hendaknya kalian ketahui secara yakin bahwa tidak ada yang berbuat dalam alam wujud ini kecuali Allah, dan bahwa setiap yang ada, baik makhluk maupun rizki, pemberian atau pelarangan, bahaya atau manfaat, kemiskinan atau kekayaan, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang maujud (ada), semuanya itu adalah dari Allah.”[3]

B. Dalil syar’i Bahwa Bertawakkal kepada Allah Termasuk Kunci Rizki

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Al-Muba-rak, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Qhudha’i dan Al-Baghawi meriwayatkan dari Umar bin Khatab Radhiallaahu anhu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”[4]

Dalam hadits yang mulia ini, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam yang berbicara dengan wahyu menjelaskan, orang yang bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya dia akan diberi rizki oleh Allah sebagaimana burung-burung diberiNya rizki. Betapa tidak demikian, karena dia telah bertawakkal kepada Dzat Yang Maha Hidup, Yang tidak pernah mati. Karena itu, barangsiapa bertawakkal kepada-Nya, niscaya Allah akan mencukupinya. Allah berfirman:

“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Se-sungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath-Thalaq: 3).

Menafsirkan ayat tersebut, Ar-Rabi’ bin Khutsaim me-ngatakan: “(Mencukupkan) diri setiap yang membuat sempit manusia”.[5]

C. Apakah Tawakkal itu Berarti Meninggalkan Usaha?

Sebagian orang mukmin ada yang berkata: “Jika orang yang bertawakkal kepada Allah itu akan diberi rizki, maka kenapa kita harus lelah, berusaha dan mencari penghidupan. Bukankah kita cukup duduk-duduk dan bermalasan-malasan, lalu rizki kita datang dari langit?”

Perkataan ini sungguh menunjukkan kebodohan orang yang mengucapkan tentang hakikat tawakkal. Nabi kita yang mulia telah menyerupakan orang yang bertawakkal dan diberi rizki itu dengan burung yang pergi di pagi hari untuk mencari rizki dan pulang pada sore hari, padahal burung itu tidak memiliki sandaran apa pun, baik perdagangan, pertanian, pabrik atau pekerjaan tertentu. Ia keluar berbekal tawakkal kepada Allah Yang Maha Esa dan Yang kepadanya tem-pat bergantung. Dan sungguh para ulama –semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik kebaikan– telah mem-peringatkan masalah ini. Di antaranya adalah Imam Ahmad, beliau berkata: “ Dalam hadits tersebut tidak ada isyarat yang membolehkan untuk meninggalkan usaha, sebaliknya justru di dalamnya ada isyarat yang menunjukkan perlunya mencari rizki. Jadi maksud hadits tersebut, bahwa seandai-nya mereka bertawakkal kepada Allah dalam kepergian, ke-datangan dan usaha mereka, dan mereka mengetahui kebaikan (rizki) itu di TanganNya, tentu mereka tidak akan pu-lang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat, sebagaimana burung-burung tersebut.”[6]

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang hanya duduk di rumah atau masjid seraya berkata, ‘Aku tidak mau bekerja sedikit pun, sampai rizkiku datang sendiri’. Maka beliau berkata, Ia adalah laki-laki yang tidak mengenal ilmu. Sungguh Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menjadikan rizkiku melalui panahku.”

Dan beliau bersabda:
“Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan se-benar-benar tawakkal, niscaya Allah memberimu rizki sebagaimana yang diberikanNya kepada burung-burung berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

Dalam hadits tersebut dikatakan, burung-burung itu be-rangkat pagi-pagi dan pulang sore hari dalam rangka men-cari rizki.

Selanjutnya Imam Ahmad berkata: “Para Sahabat juga berdagang dan bekerja dengan pohon kurmanya. Dan mereka itulah teladan kita”.[7]

Syaikh Abu Hamid berkata: “Barangkali ada yang mengi-ra bahwa makna tawakkal adalah meninggalkan pekerjaan secara fisik, meninggalkan perencanaan dengan akal serta menjatuhkan diri di atas tanah seperti sobekan kain yang di-lemparkan, atau seperti daging di atas landasan tempat me-motong daging. Ini adalah sangkaan orang-orang bodoh. Semua itu adalah haram menurut hukum syari’at. Sedangkan syari’at memuji orang yang bertawakkal. Lalu, bagaimana mungkin sesuatu derajat ketinggian dalam agama dapat di-peroleh dengan hal-hal yang dilarang oleh agama pula?

Hakikat yang sesungguhnya dalam hal ini dapat kita kata-kan, “Sesungguhnya pengaruh bertawakkal itu tampak dalam gerak dan usaha hamba ketika bekerja untuk mencapai tujuan-tujuannya”.

Imam Abul Qosim Al-Qusyairi berkata: “Ketahuilah sesungguhnya tawakkal itu letaknya di dalam hati. Adapun gerak secara lahiriah hal itu tidak bertentangan dengan ta-wakkal yang ada di dalam hati setelah seorang hamba me-yakini bahwa rizki itu datangnya dari Allah. Jika terdapat kesulitan, maka hal itu adalah karena taqdirNya, dan jika terdapat kemudahan maka hal itu karena kemudahan dariNya.”[8]

Di antara yang menunjukkan bahwa tawakkal kepada Allah tidaklah berarti meninggalkan usaha adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim dari Ja’far bin Amr bin Umayah dari ayahnya Radhiallaahu anhu , ia berkata:

“Seseorang berkata kepada Nabisaw , Aku lepaskan unta-ku dan (lalu) aku bertawakkal?’ Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‘Ikat-lah kemudian bertawakkallah’.” [9]

Dan dalam riwayat Al-Qudha’i disebutkan:
“Amr bin Umayah t berkata: ‘Aku bertanya,’Wahai Rasulullah, Apakah aku ikat dahulu (tunggangan)ku lalu aku bertawakkal kepada Allah, atau aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakkal?’ Beliau menjawab, ‘Ikatlah kendaran (unta) mu lalu bertawakkallah’.” [10]

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa tawakkal tidaklah berarti meninggalkan usaha. Dan sungguh setiap muslim wajib berpayah-payah, bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan penghidupan. Hanya saja ia tidak boleh menyandarkan diri pada kelelahan, kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Allah, dan bahwa rizki itu hanyalah dari Dia semata .

[1] Ihya’ Ulumid Din, 4/259.
[2] Faidhul Qadir, 5/311.
[3] Murqatul Mafatih, 9/156.
[4] Al-Musnad, no. 205, 1/243 no. 370, 1/313 no. 373, 1/304. Jami’ut Tirmidzi, Kitabuz Zuhud, bab Fit Tawakkal ‘Alallah, no. 2344, no. 2447, 7/7 dan lafazh ini adalah miliknya; Sunan Ibnu Majah, Abwabuz Zuhd At-Tawakkal wal Yaqin, no. 4216, 2/419. Kitabuz Zuhd oleh Ibnu Al-Mubarak, juz IV, bab At-Tawakkal wat Tawadhu’ no. 559, hal. 196-197. Al-Ihsan fi Taqribi Shahih Ibnu Hibban, Kitabur Raqa’iq, bab Al-Wara’ wat Tawakkal, Dzikrul Akhbar ‘amma Yajibu ‘alal Mar’i min Qath’il Qulubi ‘anil Khala’iqi bi Jami’il ‘Ala’iqi fi Ahwalihi wa Asbabuhi no. 730,2/509. Al-Mustadrak ‘ala Ash-Shahihain, Kitabur Riqaq, 4/318. Musnad Asy-Syihab, Lau Annakum Tatawakkaluna ala’ Allah Haqqa Tawakkulihi, no. 1444, 2/319. Syarhus Sunnah oleh Al-Baghawi, Kitabur Riqaq, bab At-Tawakkal’ala Allah U no. 4108, 14/301. Imam At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits shahih, kami tidak mengetahuinya kecuali dari sisi ini.” (Jami’ut Tirmidzi, 7/8). Imam Al-Hakim berkata, “Ini adalah hadits dengan sanad shahih, tetapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.” (Al-Mustadrak ’Ala Ash-Shahihain, 4/318) Dan disepakati oleh Adz-Dzahabi (At-Talkhis, I4/318). Imam Al-Baghawi berkata, “Ini adalah Hadits hasan” (Syarhus Sunnah, 14/301). Dan sanadnya dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir (Hamisyul Musnad, 1/243). Serta Syaikh Al-Albani menshaihkannya (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah no. 310, jilid 1, juz III/12).
[5] Syahrus Sunnah, 14/298.
[6] Dinukil dari Tuhfatul Ahwadzi, 7/8.
[7] Dinukil dari Fathul Bari, 11/305-306.
[8] Dinukil dari Murqatul Mafatih, 5/157.
[9] Al-Ihsan fi Taqribi Shahih Ibnu Hibban, Kitabur Raqa’iq, Bab Al-Wara’ wat Tawakkul, Dzikrul Akhbar bi Annal Mar’a Yajibu Alaihi Ma’ Tawakkulil Qalbi Al-Ihtiraz bil A’dha’Dhidda Qauli Man Karihahu, no. 731, 2/510, dan lafazh ini miliknya. Al-Mustadrak Alash Shahihain, Kitab Ma’rifatish Shahabah, Dzikru Amr bin Umayah t, 3/623. Al-Hafizh Adz-Dzahabi berkata, ‘Sanad hadits ini jayyid’. (At-Talkhish, 3/623). Al-Hafizh Al-Haitsami juga menyatakan hal senada dalam Majma’uz Zawa’id wa Manba’ul Fawa’id, 10/303. Beliau berkata, ‘Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari banyak jalan. Dan para pembawa hadits ini adalah pembawa hadits Shahih Muslim selain Ya’kub bin Abdullah bin Amr bin Umayah Adh-Dhamari, dan dia adalah tsiqah (terpercaya). (Op. cit.,10/303)
[10] Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakkal, no. 633,1/368.

Sumber :  http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkajian&parent_id=485&parent_section=kj017&idjudul=1

Kecelakan Mudik Lebaran 2012 mencapai 908 Orang Tewas

Jakarta Menurut catatan Kepolisian, sampai dengan hari ini ada 908 pemudik meninggal dunia. Manajemen mudik harus diatur.

“Sarana transportasi massa yang lebih baik harus diadakan pemerintah. Konsentrasinya adalah perbaikan infrastruktur transportasi. Aneh sekali setiap tahun ada korban mudik begitu banyak. Di China ada namanya lunar session (Tahun Baru China) yang pulang ratusan juta namun tidak ada korban sebanyak kita 900 orang lebih. Pemerintah dalam hal ini kepolisian dan Kemenhub harus mengatur semuanya,” ungkap Pramono.

Hal ini disampaikan Pramono saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Menurut Pramono, manajemen mudik ini seharusnya menjadi manajemen yang sudah diterapkan secara baku oleh pemerintah. Tujuannya agar kecelakaan mudik bisa dikurangi, demikian juga dengan kemacetannya.

“Kecelakaan terhadap kendaraan bermotor hampir dua kali lipat,” kritiknya.

Menurut Pramono, harus diatur jadwal pengaturan mudik. Misalnya dengan pengaturan jadwal mudik antara kendaraan roda dua dan kendaraan roda 4.

“Saya menilai sudah harus ada jadwal pengaturan mudik misalnya dalam satu hari hanya roda dua. Sekarang ini kan tidak ada koordinasi. Saya yakin kalau hari pertama kendaraan bermotor, berikutnya mobil. Saya yakin pasti akan mengurangi kemacetan dan kecelakaan,” usulnya.

Catatan kepolisian hingga pagi ini terkait korban arus mudik cukup mencengangkan. Tercatat ada 908 orang meninggal dunia karena kecelakaan selama musim mudik-balik libur Lebaran.

“Jumlah kecelakaan lalu lintas sampai dengan H16 ada 5.233 kejadian, meninggal dunia 908 orang, dan luka berat 1.505,” jelas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Hasil analisa dan evaluasi Polri selama arus mudik dibandingkan dengan tahun lalu, angka kecelakaan dan korban meninggal dunia mengalami kenaikan.

“Laka lantas H1 s/d H16 tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 489 kejadian (+10 %), meninggal dunia naik 129 korban (+17 %), luka berat naik 171 korban (+13 %),” imbuh Boy.

Demikian juga untuk angka pelanggaran lalu lintas mengalami kenaikan, hanya untuk tilang saja yang turun. “Untuk pelanggaran hari 1 s/d H16 naik 8.155 (+11,8 %) dengan tilang turun 2.567 penilangan (-4,3 %), teguran naik 10.722 peneguran (+116,5 %),” jelasnya.
sumber : detik.com

Korban Meninggal Arus Mudik Sudah Mencapai 820 Jiwa

Jakarta Korban meninggal terkait kecelakaan selama arus mudik terus bertambah. Data terbaru yang dikeluarkan Mabes Polri hingga pagi ini sudah mencapai angka 820 jiwa.

“Jumlah total kecelakaan ada 4.701 kejadian, total korban meninggal dunia 820 jiwa dan luka berat 1.336 jiwa,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi, Sabtu (25/8/2012).

Boy menambahkan, berdasarkan catatan Mabes Polri, terjadi kenaikan dalam jumlah angka kecelakaan dan korban meninggal dunia dibanding dengan tahun lalu.

“Laka lantas hari pertama s/d hari ini di tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 407 kejadian ( +9 %), meninggal dunia naik 113 korban (+16%), luka berat naik 129 korban (+11%),” jelas Boy.

Sebagai gambaran, kecelakaan tiap harinya di kawasan mudik mencapai angka ratusan kejadian. Polri mengimbau agar pengendara berhati-hati dan menahan diri. Pada Jumat (24/8) tercatat ada 367 kecelakaan, dengan korban meninggal dunia 60 jiwa dan luka berat 114 jiwa.

sumber : detik.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.