Home » News » KONI Pusat Protes Venue Basket Banyak Bertaburan Brand Liar

KONI Pusat Protes Venue Basket Banyak Bertaburan Brand Liar

PEKANBARU: KONI Pusat protes banyaknya bertebaran brand-brand liar di sekitar venue basket PON Riau di kawasan Sport Center Rumbai. Pasalnya PB PON Riau bersama KONI Pusat sudah menandatangani kontrak dengan brand resmi, tapi kenyataannya justru kawasan itu lebih dikuasai brand liar.

Hal itu dikatakan Hasnil Fajri, selaku Pengelola Sponsorship KONI Pusat, Jumat (14/9) kepada wartawan di Media Center Utama PON Riau, Pekanbaru. Dengan nada sedikit tinggi, Hasnil mengatakan keberadaan bran-brand liar tersebut tentunya sepengetahuan dari pihak panpel.

“Padahal kita sudah mempunyai brand resmi yakni Yamaha, tapi kenapa justru merek lain yang muncul di sekitar venue basket. Pihak panpel seharusnya berkoordinasi dengan PB PON dan KONI Pusat agar jangan sampai brand-brand liar justru memanfaatkan iven PON ini,” ujarnya.

Menurut Hasnil, pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan Panpel Pertandingan Basket di Rumbai, Rabu (12/9) lalu. Dari pertemuan itu pihak KONI Pusat telah menyampaikan dua opsi, dimana opsi pertama minta kepada Panpel untuk menyelesaikannya secara adminsitrasi, sedangkan opsi kedua minta brand-brand liar itu diturun.

Dari kedua opsi yang ditawarkan KONI Pusat itu, ternyata pihak Panpel memilih opsi kedua, yakni akan menurunkan brand-brand liar tersebut dalam waktu 24 jam sejak digelarnya pertemuan. “Seharusnya Kamis sore kemaren sudah diturunkan, kenyataannya sampai hari ini belum juga diturunkan,” tandas Hasnil.

Hasnil berpendapat, keberadaan brand-brand liar tersebut implikasinya terhadap PB PON dan KONI Pusat sangat besar, tidak hanya di segi ekonomi saja, tapi juga di segi hukum. “Untuk segi ekonomi, PB PON dan KONI Pusat tidak mendapatkan apa-apa dari sana,” jelasnya.

Sedangkan dari segi hukum, pihak sponsor resmi yang telah menandatangani kerjasama dengan PB PON dan KONI Pusat bisa saja menuntut. “Seharusnya khan brand mereka yang ada di sana, sekarang justru brand-brand lain yang bertebaran di sana,” ungkapnya.

Kondisi seperti ini tentunya akan merugikan mereka, sehingga pihak sponsor resmi bisa melakukan tuntutan hukum kepada PB PON dan KONI PUsat. “Kalau ini sampai terjadi, tentu kami juga yang dirugikan. Sementara PB PON dan KONI Pusat tidak dapat apa-apa,” tegasnya.

Hasnil sendiri memperkirakan panpel mendapatkan dana cukup besar dari brand-brand liar tersebut, sekurang-kurangnya Rp2 miliar, sebab PON ini merupakan event olahraga terbesar di Indonesia. “Untuk event sebesar ini tentu saja pihak pemilik brand tidak akan segan-segan mengeluarkan dana besar,” ungkapnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: